Apply Visa China @ Jakarta
Bismillah
huaaaa, hari yang cukup melelahkan. Berjibaku dengan derasnya hujan di Jakarta dan padatnya KRL ekonomi, tapi gak sia-sia kok, alhamdulillah aplikasi visa China akhirnya masuk. Agak lucu juga sih ngebayangin tadi siang, gara-gara payung yang ternyata tertinggal di tas lain harus nerusin pake angkot untuk neduh doang (tepatnya di jembatan penyebrangan di depan Stanchart Building), lalu kemudian nyebrang untuk naik angkot yg sama ke arah sebaliknya. Tetep aja sih keujanan pas turun di ITC Kuningan untuk bei payung
…lebih menyebalkan setelah pakaian basah yg gak karuan itu, keluar dari masukin aplikasi visa ternyata hujannya jadi kecil!! (tau gitu kan nunggu bentar)
Sebenernya agak dag dig dug juga waktu mau apply visa ini. Kebeneran sebelumnya sempat apply visa Belgia dan sayangnya karena terlalu mepet dari jadwal keberangkatan akhirnya terpaksa mengurungkan niat berangkat karena visanya gak keluar-keluar
. yah bisa dibilang trauma lah, haha. Susah juga menjadi pemegang paspor Hijau Garuda, dibandingin rekan-rekan kita dari negara kecil berpenduduk 4jt orang-an yang sebagian besar negara di dunia menerima mereka untuk masuk tanpa perlu visa…
Sebisa mungkin saya mempersiapkan dan mencari informasi sebanyak mungkin terkait pembuatan visa ini. Dapet informasi yang beda-beda juga sih terutama tentang persyaratan, mulai dari nyebutin harus pake rekening minimal 20jt lah, tiket PP lah, ini lah, itu lah yang semuanya makin nambah ketakutan sendiri. wew. Yah akhirnya memang informasi paling akurat berasal dari situs resmi pemerintah mereka deh. Jadi cek aja syarat-syarat menurut
http://id.china-embassy.org/indo/
sih syaratnya cuman Paspor, Photo (1) dan Formulit aja…hmmm gak percaya juga nih masa se-simple itu sih !! Sampai akhirnya nemu alamat satu link baru di
akhirnya dipelajari tuh proses aplikasi visa China dari situs itu. Jadi gini nih prosedurnya:
sekarang aplikasi visa umum (kebeneran saya mau apply visa turis (tipe L)) ke China tidak lagi langsung ke Kedutaan besar China. Prosesnya sekarang melalui sebuah institusi (tepatnya perusahaan, karena sempat lihat berbadan hukum “PT.” beuh) bernama Chinese Visa Service Application Center. Institusi ini letaknya tidak jauh kok dari Kedutaan China tepatnya di East Building Lt. 2 masih di kawasan Mega Kuningan.
Hal yang menyebalkan akibat dialihkan kepada institusi khusus mereka pun mengenakan biaya pemrosesan selain biaya visa yang dikenakan oleh pihak kedutaan. Kebeneran sih saya apply single entry seharga 300rb + jasa aplikasi 240rb, jadi yang harus dibayarkan sebesar 540rb. Biaya tersebut untuk proses normal alias 4 hari kerja. Bisa sih lebih cepat, yah tentunya dengan biaya tambahan, untuk lebih jelasnya, coba cek situs di atas
Dan bener loh ternyata syaratnya cuman
1. Paspor,
2. Photo (saya pakai ukuran 4×6) harus berwarna dan sebaiknya latar putih, dan
3. Formulir yang sudah diisi…
padahal udah nyiapin juga bookng tiket pesawat PP, bookin hotel, dll #songong tapi memang Visa Centernya cuman minta itu ^^ (Coba semua negara kayak gini buat ngurus visanya)
Untuk formulir bisa diisi secara online di situs tersebut atau ketika di Visa Center akan diberikan secara gratis untuk diisi secara manual. tapi menurut saya lebih praktis diisi online aja lalu kita print sendiri dan langsung bawa ke Visa Centernya. selain lebh efisien waktu juga hasilnya kan lebih rapih.
Oh iya kalo bacasecara detil di situs Visa Center, dikatakan bahwa kita harus buat appointment dulu untuk apply visa. Saya juga sempet bingung nih dengan yang satu ini. memang ada linknya, dan saya pun sempet coba tapi anehnya di tahap ketiga mentok, ga ada pilihan tanggal hanya muncul tulisan “Date not available”. BAhkan coba telpon ke Visa Centernya ga ada yang angkat. Walhasil, nekad deh berangkat dan ternyata bisa langsung dateng kok.
1. Jadi bawa aja dokumen2 tersebut ke Visa Center. Di sana prosesnya cepet kok, saat dateng akan langsung dikasih no antrian (kebeneran lagi sepi jadi dikasih no antrian eh langsung dipanggil nomornya).
2.trus di loket kasih tuh dokumen2nya dan nanti petugasnya bilang 4 hari lagi tepatnya hari apa diambil antara jam 9 sampai jam 15, sekaligus bayar biaya aplikasi secara tunai.
3. Jangan lupa untuk menerima bukti penyerahan dokumennya dan simpen itu baik2
Yah semudah itu prosesnya, perasaan gak ada 15 menit malah lama di jalannya…hoho
Semoga visanya bisa lancar nih, and LET’S EXPLORE THE GREAT WALL!!!!
Cost hari ini:
KRL Ekonomi St.UI – St. Tebet = Rp 1.500
Mikrolet 44 (sampai Stanchart dari Tebet) = Rp 2.500
Mikrolet 44 (sampai ITC Kuningan dari Stanchart) = Rp 2.000
Mikrolet 44 (sampai St. Tebet dari Mal Ambassador) = Rp 2.000
KRL Ekonomi St. Tebet – St. Pancasila = Rp 1.500
Am I a Leader?
Sebelum menjawab pertanyaan yang muncul pada judul tulisan ini, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu leader (pemimpin). Beberapa teori kepemimpinan mulai dari Great Man theory hingga Transformational Theory memiliki bahasa yang beragam dalam mendefinisikan apa itu pemimpin. Great Man Theory mengatakan bahwa pemimpin itu adalah seseorang istimewa yang memang memiliki bakat kepemimpinan sejak ia dilahirkan, di sisi lain teori tranformasi (transformational theory) yang menekankan pada hubungan yang dibentuk antara pemimpin dan pengikutnya, pemimpin transformasional merupakan pemimpin yang memotivasi dan menginspirasi orang dengan menolong sekelompok orang untuk melihat peran yang paling penting dan lebih besar. Pemimpin ini lebih menekankan pada kinerja kelompok juga menginginkan setiap anggota kelompok mengoptimalkan potensinya.
Berdasarkan pemahaman yang saya peroleh mengenai seorang pemimpin, saya menganggap pemimpin itu sebagai orang yang memiliki kemampuan dalam memengaruhi dan mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang memersatukan mereka. Seorang pemimpin tidaklah harus seorang superior secara individu atau sesesorang yang memiliki posisi tertentu dalam struktur organisasi melainkan orang yang dapat menginternalisasi kemampuan dan keunggulan dirinya sebagai kemampuan dan keunggulan organisasi atau kelompok. Pemimpin harus mampu mengorganisir berbagai keunggulan individu menjadi keunggulan kelompok dan saling menutupi berbagai kelemahan individu serta mengoptimalkan peluang yang ada untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi.
Bagi saya memimpin adalah sesuatu hal yang sangat tidak linier karena apa yang kita pimpin adalah sekumpulan manusia yang memiliki keragaman pikiran, perasaan bahkan nilai satu sama lain. Tidak akan ada satu teori manapun yang mampu menjelaskan dan bekerja secara efektif dalam memandu seseorang menjalankan kepemimpinannya. Untuk memimpin memerlukan koordinasi terbaik yang dimiliki seseorang untuk memanfaatkan kecerdasan intelektualnya, spiritualnya, emosionalnya, kemampuan fisiknya, hingga mengorbankan hal-hal yang bersifat materi. Koordinasi yang baik dari kemampuan individu yang dimiliki kemudian perlu diselaraskan dengan apa yang dimiliki oleh orang-orang yang mengikutinya. Dalam hal ini pemimpin haruslah memiliki takaran yang tepat dalam menentukan berbagai kebijakan dan tindakan yang akan diambil dengan mempertimbangkan keberagaman orang-orang yang dipimpinnya, jangan sampai pilihan yang diambil terlalu rendah sehingga mudah dicapai atau terlalu tinggi sehingga tidak mungkin dicapai, pilihan ekstrim keduanya tidak akan memotivasi orang-orang yang mengikutinya.
Seorang pemimpin yang baik haruslah dapat mengatur tonasi atau irama dirinya karena ia menyadari bahwa apa yang ia rasakan akan mempegaruhi kelompok secara keseluruhan. Irama ini juga menentukan bagaimana tingkat perhatian seorang pemimpin terhadap suatu permasalahan. Ia juga menyadari bahwa sumber daya utama yang dimilikinya, yaitu waktu, sangatlah terbatas dan inilah tantangan sebenarnya. Pemimpin harus melakukan pilihan terbaik yang dapat menghantarkan kelompok yang dipimpinnya mencapai apa yang dicita-citakan sebelum waktu tersebut habis. Pemimpin tidak pernah berpikir untuk melakukan trial and error karena konsekuensi dari kesalahan pengambilan keputusan dapat berakibat tidak tercapainya tujuan yang diharapkan. Untuk itu seorang pemimpin pun perlu memastikan bahwa ia mendapatkan kepercayaan yang terbaik dari orang-orang yang dipimpinnya dan kemudian menjaga kepercayaan tersebut. Kepercayaan terhadap pemimpin dapat dipertahankan bila seorang pemimpin lebih mendahulukan apa yang dapat ia kontribusikan kepada orang yang ia pimpin dibandingkan memperoleh keuntungan pribadi.
Menjawab pertanyaan dari judul di atas sungguhlah sulit, bagi saya pertanyaan tersebut bukanlah suatu pertanyaan yang dapat dijawab secara langsung tetapi perlu dijawab dengan tindakan nyata. Kepemimpinan adalah proses seumur hidup dengan berbagai cakupan sesuai dengan kapabilitas dan kesempatan yang dimiliki setiap orang. Saya rasa berbagai persyaratan menjadi seorang pemimpin yang baik tidaklah mungkin saya penuhi semuanya. Saya hanyalah orang yang memiliki berbagai keunggulan dan kelemahan, serta berusaha meningkatkan kemampuan dan kapasitas saya di atas keduanya. Saya dapat mengatakan, ya saya adalah seorang pemimpin, tetapi bukanlah pemimpin ideal atau sempurna, dan sangat tergantung cakupan kepemimpinannya. Saya mungkin seorang pemimpin bagi teman-teman saya karena mereka selalu mengikuti apa yang saya transfer kepada mereka, mereka selalu meminta saran dan arahan saya, tetapi saya belum menjadi pemimpin dalam cakupan keluarga karena memang saya belum berkeluarga. Saya adalah pemimpin bagi organisasi yang pernah saya pimpin karena dapat berhasil menyelesaikan berbagai tugas yang menjadi kewajiban saya dengan mengoordinasikan orang-orang yang terlibat untuk menyelesaikan hal tersebut, tetapi saya belum menjadi seorang pemimpin negara ini karena saya belum memiliki kesempatan untuk itu.
Ya, saya bisa memengaruhi dan menginspirasi sebagian orang untuk bertindak sesuai apa yang menjadi harapan bersama. Namun, saya belum merasa pemimpin karena saya masih belum dapat mengendalikan irama diri saya sehingga dapat menggerakan orang-orang tersebut mencapai kinerja terbaiknya, saya belum dapat sepenuhnya menentukan hal-hal utama yang dilakukan sehingga mengoptimalkan pencapaian tujuan yang diharapkan mengingat waktu yang kita semua miliki sangat terbatas. Saya pun terkadang belum mampu sepenuhnya mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain sehingga pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik, atau mungkin tidak semua orang yang memiliki tujuan yang sama memberikan kepercayaan terbaiknya untuk diarahkan berdasarkan interpretasi yang saya gunakan. Orang-orang mendukung dan tertarik pemikiran yang saya miliki, tetapi belum tentu dia mau mengikuti pemikiran
Ya, saya memiliki kelompok, teman, peer groups, rekan, atau organisasi yang di antara kami memiliki visi atau tujuan yang sama (shared vision), memiliki nilai yang sama untuk isu-isu tertentu (shared value), dan memiliki pandangan atau menghadapi tantangan lingkungan yang sama (shared meaning), serta di dalamnya sayalah yang secara dipercaya untuk mengelola dan menggiring kami semua kepada apa yang kami harapkan. Tetapi, saya belumlah menjadi orang yang sepenuhnya dapat menanggalkan berbagai keperluan pribadi atau privat saya di atas kepentingan publik yang saya pimpin. Saya belumlah menjadi orang sepenuhnya tidak memikirkan kepentingan pribadi ketika melakukan tindakan atau mengambil kebijakan bahkan terkadang saya pun masih mengharapkan mendapat sesuatu dari apa yang saya pimpin. Tentu saja saya pun belum menjadi orang yang dapat membawa perubahan besar dari orang-orang yang saya pimpin.
Namun, saya meyakini saya adalah orang yang akan selalu berusaha lebih baik dari sebelumnya dan akan selalu berusaha meningkatkan potensi dan kapasitas diri. Saya adalah orang yang meyakini belajar merupakan proses seumur hidup yang harus saya jalani dari pengalaman-pengalaman yang saya lalui serta akan menjadi tambahan manuver saya dalam menajamkan berbagai keputusan yang dapat saya ambil. Saya adalah orang yang selalu senang dan tidak akan pernah bisa hidup sendiri karena senantiasa membutuhkan keberadaan orang lain. Saya adalah orang yang selalu ingin berbagi dan memberikan manfaat yang besar bagi orang-orang yang ada di sekitar saya. Saya pun orang yang memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas sehingga dapat menjadi inspirasi dan benchmark bagi orang lain. Serta saya adalah orang yang mengetahui bagaimana cara menghargai upaya dan kontribusi orang lain walau itu hanya bisa diungkapkan dengan sebuah ucapan “terima kasih”. Saya akan menjadikan ini sebagai salah satu pertanyaan yang tersimpan dalam memori jangka panjang saya, sehingga saya dapat menemukan kebenaran jawabannya dalam diri sendiri saat saya berkesempatan terbangun di tengah realita kehidupan ini.
Sabtu, 19 Juni 2010 (Pukul 02.30 WIB)
Teguh Iman Maulana
Mahasiswa Berprestasi II FEUI tahun 2010
Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Sebagai bagian dari “kehidupan” di Indonesia Leadership Development Program (ILDP) 2010 Universitas Indonesia
also posted on http://www.facebook.com/note.php?note_id=397885921228



