Penggerakkan Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk Pemberdayaan Masyarakat Miangas
Pulau Miangas, sebuah pulau yang merupakan bagian dari gugusan kepulauan Nusantara. Pulau yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud ini memiliki luas 315 hektar dan berpenduduk sekitar 750 orang atau 200 kepala keluarga. Secara geografis, pulau paling utara di Indonesia ini memang lebih dekat dengan salah satu negara tetangga yaitu Filipina yang hanya berjarak sekitar 20 mil dibandingkan ibukota kabupaten yang berjarak sekitar 90 mil apalagi kota Manado yang berjarak sekitar 274 mil. Sebagai implikasinya kehidupan masyarakat di Miangas lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat Filipina, bahkan mata uang Filipina, peso, sudah biasa digunakan serta bahasa Tagalog pun banyak pula yang menggunakannya.
Secara politis, tidak dipungkiri pulau Miangas mutlak di bawah kedaulatan Indonesia, tetapi secara perekonomian kehidupan masyarakat Miangas lebih erat berhubungan dengan penduduk Filipina. Akibatnya, keterikatan mereka terhadap Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap Indonesia yang lemah. Maka, mutlak diperlukan upaya nyata untuk memberdayakan kehidupan masyarakat Miangas khususnya dalam bidang perekonomian baik oleh pemerintah secara langsung maupun dukungan pihak-pihak swasta untuk meningkatkan kembali kebanggaan mereka terhadap Indonesia.
Mahasiswa sebagai agent of change dan iron stock bangsa ini, perlu memainkan peran strategisnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa. Dalam hal ini, isu yang dihadapi bangsa dalam mengokohkan kedaulatan di wilayah Miangas hendaknya menjadi bagian yang juga perlu mendapat perhatian. Sebagai bagian dari civitas akademika, tentunya peran strategis yang diperankan oleh mahasiswa tidak bisa terlepas dari sisi akademis dan tataran teoritis yang dapat mendukung dan menguatkan pengambilan keputusan di tataran praktis. Selain tentunya berperan dalam tataran teoritis, mahasiswa perlu memainkan upaya diplomatis dan persuasif untuk mendukung penyampaian dan pengimplementasian apa yang dihasilkan di lingkungan kampus dengan memanfaatkan jaringan dan daya tawar yang dimiliki.
Dalam memberdayakan masyarakat Miangas, mahasiswa dapat melakukan kajian-kajian dan penelitian-peneltian berbasiskan observasi langsung untuk mengetahui potensi perekonomian yang dimiliki pulau Miangas, sehingga dapat ditentukan langkah yang tepat untuk mengembangkan kehidupan perekonomian di Miangas. Pengimplementasian hasil penelitian dapat dilakukan dengan memanfaatkan pihak yang memiliki sumber daya , salah satunya memanfaatkan peran perusahaan. Mahasiswa dapat mendorong dan menjadi intermediari antara masyarakat Miangas dengan kalangan pengusaha. Mahasiswa dapat mempersuasi dan mendorong kelompok pengusaha tertentu dalam menyalurkan sebagian dana mereka untuk pemberdayaan masyarakat Miangas, sebagai contoh menggerakkan kelompok pengusaha yang berasal dari Sulawesi Utara atau perusahaan yang memiliki dana khusus untuk menyelurkannya sebagai dana Corporate Social Responsibility (CSR) khusus untuk masyarakat Miangas. Dana yang diperoleh untuk masyarakat Miangas ini dapat dikelola berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kalangan mahasiswa.
Mengapa harus melalui jalur pengusaha? Dikarenakan perusahaan-perusahaan di Indonesia saat ini dihadapkan pada Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT) yang mewajibkan perusahaan khususnya pada bidang pertambangan dan telekomunikasi untuk mengadakan program tanggung jawab sosial perusahaan. Tentunya dengan cukup banyaknya perusahaan yang ada di Indonesia saat ini, potensi yang dana yang dapat dihasilkan sangatlah besar. Bila dana yang besar tersebut dapat disalurkan dan dimanfaatkan dengan baik, akan dapat membawa manfaat yang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, saat ini belum ada mekanisme yang baik dalam pengelolaan dana sosial perusahaan. Perusahaan sejauh ini mengelola dan menyalurkan dana berdasarkan preferensi mereka, sehingga penyaluran dana sosial perusahaan diduga tidak menunjukkan pemerataan dan hanya terpusat di wilayah-wilayah tertentu. Oleh sebab itu, penggerakan dan intermediasi dengan mahasiswa akan sangat membantu perusahaan dalam menyalurkan dana ke wilayah yang membutuhkan dengan program pemberdayaan yang terarah, seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat Miangas ini.
Selain alasan tersebut, terbatasnya sumber dana yang dimiliki pemerintah menjadi alasan lain diperlukannya dukungan pihak swasta. Dikarenakan perusahaan-perusahaan diatur oleh standar-standar tata kelola perusahaan yang ketat terutama dalam pelaporan keuangan, maka perusahaan umumnya mengawasi dan membuat pengendalian yang terhadap pengelolaan dana yang mereka salurkan sehingga pertanggungjawaban publiknya lebih jelas. Sebagai implikasi, pemberdayaan masyarakat yang didanai dana sosial perusahaan ini pun akan menunjukkan kualitas yang lebih baik dan terukur, dibandingkan bila dikelola pemerintah yang umumnya tingkat transparansi yang masih rendah. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bagi mahasiswa untuk memberikan saran dan tekanan kepada birokrat dalam menentukan prioritas pembangunan yang perlu dijalankan dalam mengembangkan kehidupan masyarakat Miangas.
Pengelolaan dana sosial perusahaan untuk Miangas ini diperuntukkan tidak hanya untuk mengembangkan Miangas secara fisik tetapi perlu juga pengembangan dari sisi kualitas perekonomian masyarakat, seperti peningkatan kapasitas sehingga aktivitas yang dilakukan masyarakat Miangas memiliki nilai tambah yang akan meningkatkan daya tawar mereka ketika berinteraksi dengan penduduk lain. Pemberdayaan masyarakat Miangas yang bersumber dari pembiayaan dana tanggung jawab sosial perusahaan dan berbasiskan hasil penelitian akademis ini dapat menciptakan suatu program yang terarah, terukur, berkesinambungan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Diharapkan dengan terperdayakan perekonomian masyarakat Miangas, kedaulatan Indonesia terhadap pulau Miangas menjadi kedaulatan yang menyerluruh di berbagai bidang kehidupan, serta menjadikan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Memory: Outreach Program 2009, @ Miangas Island (Northern Most Part of Indonesia)
No comments yet.




