Peran Nilai dan Pemuda dalam Pemanfaatan Teknologi untuk Kehidupan Manusia
“Why is this beautiful science, which saves work and makes life easier, just take very little happiness? Science is supposed to liberate us from spiritually exhausting work but in fact makes human beings as slaves of the machine. The simple answer is because we have not yet learned how to use it appropriately.” (Albert Einstein, 1879-1955)
Bila berbicara perkembangan zaman tidak lengkap rasanya kalau tidak membahas perkembangan teknologi. Kehidupan kita saat ini dan seterusnya akan selalu dikelilingi oleh berbagai teknologi yang esensi keberadaanya untuk mempermudah kehidupan manusia. Di sisi lain kemanusiaan sehari-hari merupakan terapan ilmu dan teknologi, baik yang dikembangkan secara sadar maupaun tidak. Teknologi yang mempermudah kehidupan manusia berkembang seiring dengan perkembangan kebutuhan umat manusia yang juga didukung oleh perkembangan kapasitas keilmuan dan pengetahuan manusia. Pada zaman Batu, teknologi pertama yang ditemukan adalah batu tajam atau runcing yang digunakan untuk membantu aktivitas manusia dalam mengolah makanan dan membuat pakaian, atau pada zaman setelah Revolusi Industri dimana manusia mengembangkan teknologi yang digunakan untuk berproduksi massal dan menunjukkan dominasi terhadap alam. Namun, pada zaman Modern ini teknologi yang berkembang bukanlah sebatas untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok manusia, ataupun hanya sebatas produksi secara massal. Teknologi yang berkembang memungkinkan manusia untuk berinteraksi tanpa batas wilayah hingga menjelajah luar angkasa. Teknologi-teknologi yang berkembang saat ini merupakan perwujudan kebutuhan manusia akan efisiensi (cost) dan penaklukan-penaklukan (growth) yang tidak terbatas.
Saya termasuk orang yang meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini diciptakan berpasang-pasangan. Bak mata uang logam dengan dua sisi berbeda yang saling membelakangi, keberadaan teknologi pun memilikiĀ sisi positif dan sisi negatif. Selain dapat memudahkan kehidupan manusia, keberadaan teknologi pun nyatanya dapat bersifat destruktif terhadap kehidupan manusia itu sendiri. Siapa yang mengira pengembangan teknologi atom ternyata dapat digunakan untuk membumihangsukan Hiroshima dan Nagasaki yang menimbulkan ribuan korban bahkan berimplikasi panjang kepada keturunan dari korban yang terkena radiasi. Atau apakah mungkin Wright Bersaudara sempat membayangkan bahwa inovasinya dalam mewujudkan impian manusia untuk dapat terbang, ternyata 100 tahun lagi digunakan oleh jaringan teroris untuk menghancurkan sepasang pencakar langit dalam tragedi 911 di Amerika Serikat?
Memang benar teknologi itu dikembangkan menggunakan akal dan rasional. Tetapi akal dan rasional tidaklah cukup atau hanya menjadi syarat dasar (necessary condition) dalam penggunaan teknologi, dibutuhkan pula penggunaan hati dan nilai-nilai (values) yang membentuk etika (ethics) sebagai syarat kelengkapan (sufficient condition). Alangkah indahnya jika pemanfaatan teknologi didasarkan pada nilai-nilai unversal yang berlaku. Rasional hanya dapat membedakan mana yang benar dan salah, tetapi untuk menentukan mana yang pantas atau tidak pantas dilakukan hanya hati dan nilailah yang bisa menjawabnya. Sebagai contoh, secara rasional keberadaan teknologi nuklir yang digunakan untuk membuat senjata tidaklah dapat disalahkan, tetapi dari sudut pandang nilailah kita dapat menilai bahwa penggunaan nuklir tidak dapat dibenarkan untuk kemanusiaan. Teknologi nuklir yang dikembangkan akan lebih baik digunakan untuk mengembangkan pembangkit listrik sehingga dapat memenuhi wilayah-wilayah yang masih kekurangan listrik seperti di Afrika atau India.
Lalu bagaimanakah peran pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan berkaitan dengan pemanfaatan teknologi? Pemuda memiliki posisi penting dalam berbagai isu-isu yang ada, terutama terkait pemanfaatan teknologi untuk kehidupan manusia. Setidaknya ada dua alasan, pertama di masa depan pemuda-pemuda yang ada saat ini merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin dunia dan mengambil kebijakan-kebijakan di masa mendatang. Kedua, jaman yang dihadapi pemuda yang saat ini ada ketika mereka memimpin merupakan jaman dengan kapasitas teknologi yang jauh lebih berkembang dari masa sekarang dan tentunya dengan persoalan baru yang membutuhkan penyelesaian dengan teknologi yang berada setingkat lebih tinggi. Oleh karena itu, sudah selayaknya pemuda-pemuda yang ada saat ini menyiapkan diri sebaik mungkin agar pada saatnya nanti dapat mengambil kebijakan terkait pemanfaatan teknologi untuk kehidupan manusia dengan lebih bijak dan tidak mengulangi berbagai kesalahan yang dilakukan di masa-masa sebelumnya.
Beberapa hal yang dapat dilakukan oelh pemuda untuk menyiapkan diri menghadapi masa kepemimpinannya, pertama kita harus selalu mengikuti dan memahami berbagai perkembangan yang terkait dengan teknologi maupun pembangunan manusia. Kedua, tidak hanya sebatas peduli dan mengetahui, pemuda harus juga meningkatkan kapabilitas dalam hal pengetahuan, keilmuan maupun pengembangan melalui riset-riset untuk memperoleh teknologi baru yang dapat bermanfaat bagi kehidupan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Ketiga, meningkatkan pemahaman antarbudaya atau peradaban sehingga mengurangi berbagai kesalahpahaman nilai yang dapat menyebabkan konflik antarkebudayaan atauĀ masyarakat. Pemahaman antarbudaya dapat dibentuk dengan membangun komunikasi dan dialog lintas budaya melalui media internet, forum-forum, maupun pertukaran misi kebudayaan. Sebagai tindak lanjut dapat dilakukan kerjasama dalam berbagai bidang yang melibatkan pemuda-pemuda dari berbagai latar belakang untuk bersama mengambil bagian menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia.
Sebagai kesimpulan, berbagai permasalahan terkait pemanfaatan teknologi dan penciptaan perdamaian di dunia ini sangat erat terkait dengan kesadaran seluruh umat manusia dalam memanfaatkan teknologi itu sendiri. Tidak ada yang salah dari teknologi selama itu dapat dimanfaatkan secara tepat dan wajar. Pihak yang dapat menentukan kewajaran penggunaan teknlogi itu adalah manusia itu sendiri sebagai pihak yang memanfaatkannya. Peran pemuda sangat penting untuk terlibat karena pemuda yang ada saat ini adalah calon-calon pemimpin dunia dalam waktu yang tidak lama lagi. Untuk memastikan pemuda-pemuda ini memiliki pandangan yang positif terhadap pemanfaatan teknologi dibutuhkan dibutuhkan pula pengembangan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan pemahaman yang memadai dalam pemanfaatan teknologi, selain tentunya pengembangan teknologi itu sendiri secara berkesinambungan. Diharapkan dengan tersedianya manusia-manusia di masa mendatang yang lebih memahami dan memiliki pemahaman menyeluruh sesamanya pemanfaatan teknologi dapat dilakukan pada sisi positif yang dimilikinya dan mendukung upaya tercapai kedamaian di dunia.
Midnight @ Darma Putra, Courtesy for 22nd IYF
No comments yet.



